Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin
- Details
1. Tingkat hukuman disiplin terdiri dari:
- hukuman disiplin ringan;
- hukuman disiplin sedang; dan
- hukuman disiplin berat.
2. Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada angka (1) huruf a terdiri dari:
- teguran lisan;
- teguran tertulis; dan
- pernyataan tidak puas secara tertulis.
3. Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada angka (1) huruf b terdiri dari:
- penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun;
- penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun; dan
- penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun.
4. Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada angka (1) huruf c terdiri dari:
- penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun;
- pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah;
Laporan Rekapitulasi Pengaduan
- Details
LAPORAN REKAPITULASI PENGADUAN
PENGADILAN TINGGI AGAMA PALU
TAHUN 2025
|
No |
Bulan |
Inisial Nama Pelapor |
Jenis Pelanggaran Yang Dilaporkan |
Deskripsi Singkat Laporan Pelanggaran |
Tindak Lanjut |
Hukum Disiplin Yang Diberikan |
|
1 |
Januari |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
2 |
Februari |
NIHIL |
NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL |
|
3 |
Maret |
NIHIL |
NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL |
|
4 |
April |
NIHIL |
NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL |
|
5 |
Mei |
NIHIL |
NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL |
|
6 |
Juni |
NIHIL |
NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL |
|
7 |
Juli |
NIHIL |
NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL |
|
8 |
Agustus |
NIHIL |
NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL |
|
9 |
September |
|
||||
|
10 |
Oktober |
|
||||
|
11 |
November |
|
||||
|
12 |
Desember |
|
====================================================================================================================
LAPORAN REKAPITULASI PENGADUAN
PENGADILAN TINGGI AGAMA PALU
TAHUN 2024
|
No |
Bulan |
Inisial Nama Pelapor |
Jenis Pelanggaran Yang Dilaporkan |
Deskripsi Singkat Laporan Pelanggaran |
Tindak Lanjut |
Hukum Disiplin Yang Diberikan |
|
1 |
Januari |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
2 |
Februari |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
3 |
Maret |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
4 |
April |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
5 |
Mei |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
6 |
Juni |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
7 |
Juli |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
8 |
Agustus |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
9 |
September |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
10 |
Oktober |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
11 |
November |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
|
12 |
Desember |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
NIHIL |
Hak - Hak Pelapor Dan Terlapor
- Details
| Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 9 Tahun 2016 Tentang PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN (WHISTLEBLOWING SYSTEM) DI MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DIBAWAHNYA disebutkan bahwa: | |
| Pelapor dan/atau whistleblower adalah Pegawai ASN, Hakim, dan/atau masyarakat lainnya yang mengungkapkan dugaan pelanggaran, ketidakjujuran atau pelanggaran terhadap Kode Etik dan pedoman perilaku Hakim, Kode Etik dan pedoman perilaku Panitera dan Jurusita, Kode Etik dan pedoman perilaku pegawai Aparatur Sipil Negara, pelanggaran hukum acara, pelanggaran terhadap disiplin Pegawai Negeri Sipil atau peraturan disiplin militer, maladministrasi dan pelayanan publik serta pelanggaran Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Negara pada Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada dibawahnya. | |
| Terlapor adalah Hakim atau pegawai Aparatur Sipil Negara di Mahkamah Agung atau badan peradilan yang berada dibawahnya yang oleh Pelapor di dalam Pengaduannya secara tegas ditunjuk sebagai pihak yang diadukan karena diduga melakukan pelanggaran, atau dalam hal di dalam Pengaduan tidak ditunjuk secara spesifik pihak yang diadukan, maka Terlapor adalah Hakim atau pegawai Aparatur Sipil Negara di Mahkamah Agung atau badan peradilan yang berada dibawahnya yang karena kedudukan, tugas dan fungsinya harus dipandang sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap suatu pelanggaran yang diadukan. | |
| Hak Pelapor: | |
| Dalam penanganan Pengaduan, Pelapor memiliki hak untuk: | |
| a. | mendapatkan perlindungan kerahasiaan identitasnya; |
| b. | mendapatkan kesempatan untuk dapat memberikan keterangan secara bebas tanpa paksaan dari pihak manapun; |
| c. | mendapatkan informasi mengenai tahapan laporan/Pengaduan yang didaftarkannya; |
| d. | mendapatkan perlakuan yang sama dan setara dengan Terlapor dalam pemeriksaan; |
| e. | mengajukan bukti untuk memperkuat Pengaduannya; dan |
| f. | mendapatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya. |
| Hak Terlapor: | |
| Dalam penanganan Pengaduan, Terlapor memiliki hak untuk: | |
| a. | membuktikan bahwa ia tidak bersalah dengan mengajukan Saksi dan alat bukti lain; |
| b. | mendapatkan kesempatan untuk dapat memberikan keterangan secara bebas tanpa paksaan dari pihak manapun; |
| c. | mendapatkan perlakuan yang sama dan setara dengan Pelapor dalam pemeriksaan; |
| d. | meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya; dan |
| e. | mendapatkan surat keterangan yang menyatakan bahwa Pengaduan atas dirinya tidak terbukti. |
Prosedur Pengaduan
- Details
| Tata Cara Pengaduan diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 9 Tahun 2016 Tentang PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN (WHISTLEBLOWING SYSTEM) DI MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DIBAWAHNYA. Untuk lebih lengkapnya dapat diunduh pada JDIH MA RI. |
|
| Pengaduan dapat disampaikan melalui: | |
| a. | aplikasi SIWAS MA-RI; |
| b. | layanan pesan singkat/SMS; |
| c. | surat elektronik (e-mail); |
| d. | faksimile; |
| e. | telepon; |
| f. | meja Pengaduan; |
| g. | surat; dan/atau |
| h. | kotak Pengaduan. |
| Dalam hal Pengaduan diajukan secara lisan: | |
| a. | Pelapor datang menghadap sendiri ke meja Pengaduan, dengan menunjukkan indentitas diri; |
| b. | Petugas meja Pengaduan memasukkan laporan Pengaduan ke dalam aplikasi SIWAS MA-RI; |
| c. | Petugas meja Pengaduan memberikan nomor register Pengaduan kepada Pelapor guna memonitor tindak lanjut penanganan Pengaduan. |
| Dalam hal Pengaduan dilakukan secara tertulis, memuat: | |
| 1. | identitas Pelapor; |
| 2. | identitas Terlapor jelas; |
| 3. | perbuatan yang diduga dilanggar harus dilengkapi dengan waktu dan tempat kejadian, alasan penyampaian Pengaduan, bagaimana pelanggaran itu terjadi misalnya, apabila perbuatan yang diadukan berkaitan dengan pemeriksaan suatu perkara, Pengaduan harus dilengkapi dengan nomor perkara; |
| 4. | menyertakan bukti atau keterangan yang dapat mendukung Pengaduan yang disampaikan misalnya, bukti atau keterangan ini termasuk nama, alamat dan nomor kontak pihak lain yang dapat dimintai keterangan lebih lanjut untuk memperkuat Pengaduan Pelapor; dan |
| 5. | petugas Meja Pengaduan memasukkan laporan Pengaduan tertulis ke dalam aplikasi SIWAS MA-RI dengan melampirkan dokumen Pengaduan. Dokumen asli Pengaduan diarsipkan pada Pengadilan yang bersangkutan dan dapat dikirim ke Badan Pengawasan apabila diperlukan. |
| Dalam hal Pengaduan dilakukan secara elektronik, memuat: | |
| 1. | identitas Pelapor; |
| 2. | identitas Terlapor jelas; |
| 3. | dugaan perbuatan yang dilanggar jelas, misalnya perbuatan yang diadukan berkaitan dengan pemeriksaan suatu perkara maka Pengaduan harus dilengkapi dengan nomor perkara; |
| 4. | menyertakan bukti atau keterangan yang dapat mendukung Pengaduan yang disampaikan. Misalnya bukti atau keterangan termasuk nama jelas, alamat dan nomor kontak pihak lain yang dapat dimintai keterangan lebih lanjut untuk memperkuat Pengaduan Pelapor. |
| 5. | meskipun Pelapor tidak mencantumkan identitasnya secara lengkap, namun apabila informasi Pengaduan logis dan memadai, Pengaduan dapat ditindaklanjuti. |
| Tata Cara Pengiriman | |
| 1. | Pengaduan disampaikan kepada Mahkamah Agung, satuan kerja eselon I pada Mahkamah Agung, Pengadilan Tingkat Banding atau Pengadilan Tingkat Pertama secara lisan dan tertulis melalui Meja Pengaduan pada Mahkamah Agung, satuan kerja eselon I pada Mahkamah Agung, Pengadilan Tingkat Banding atau Pengadilan Tingkat Pertama dan/atau secara elektronik melalui aplikasi SIWAS MA-RI. |
| 2. | Jika Anda ingin memasukkan pengaduan melalui Pengadilan Tinggi Agama Palu, silahkan masukkan/kirimkan pengaduan anda ke: |
| Kantor Pengadilan Tinggi Agama Palu, Jl. Prof.Moh. Yamin No. 36 Palu atau dengan mempergunakan, klik: Sistem Online Pengaduan Mahkamah Agung RI |
|
| Selengkapnya: | |
| Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 9 Tahun 2016 Tentang PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN (WHISTLEBLOWING SYSTEM) DI MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DIBAWAHNYA. | |
| Khusus untuk aparatur Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan di bawahnya, pengaduan dapat disampaikan melalui layanan pesan singkat (SMS) berisi uraian singkat mengenai hal yang dilaporkan/diadukan dengan mencantumkan nomor telepon yang dapat dihubungi dan disampaikan kepada Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dengan nomor telepon 085282490900 dengan format: nama pelapor#nip/no.identias pelapor#nama terlapor#satuan kerja terlapor#isi pengaduan. | |

Sistem Informasi Pengawasan
- Details
Whistle Blowing System
SIWAS merupakan Aplikasi pengaduan yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia. SIWAS ditujukan untuk Anda yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan di bawahnya. Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia akan merahasiakan identitas diri anda sebagai PELAPOR dan menghargai informasi yang Anda laporkan. SIWAS dapat di akses di website https://siwas.mahkamahagung.go.id
Hati-Hati Terhadap Tindakan Penipuan
Hati-hati terhadap tindakan penipuan yang mengatas-namakan Mahkamah Agung Republik Indonesia pada umumnya maupun Pengadilan Agama Jambi. Laporkan segala tindak penipuan ke https://siwas.mahkamahagung.go.id
More Articles …
Page 5 of 16



